Halaman

Jumat, 28 Oktober 2011

Agama vs Science

AGAMA = ILMU PENGETAHUAN ?

Pada awal penciptaannya, manusia hanyalah makhluk yang tidak tau apa-apa dan karenanya manusia membutuhkan sebuah petunjuk bagi jalan hidupnya. Manusia memerlukan guideline agar hidupnya selamat di dunia dan di akhirat. Guideline bagi manusia adalah agama. Agama adalah petunjuk hidup, melingkupi seluruh aspek dalam diri manusia, termasuk ilmu pengetahuan.
Di dalam kitab suci Al-Quran, banyak sekali ayat-ayat mengenai ilmu pengetahuan. Beberapa ilmu yang terkait seperti astronomi, geologi, zoologi, entomologi, biologi, genetika dan ilmu kedokteran. Salah satu contoh kaitan antara agama dengan ilmu pengetahuan adalah pada teori relativitas. Allah berfirman dalam surat al Hajj: 47.
”... Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.”
          Hal inilah yang dijelaskan oleh ilmuwan terkemuka Albert Einstein, dalam teori relativitasnya ketika berkata, ”Titik terdekat dengan pusat bumi akan berjalan lebih lambat. Sedangkan, titik terjauh dari pusat bumi akan berjalan lebih cepat. Karena, lingkaran yang dijalani oleh titik terdekat lebih kecil dari lingkaran yang dijalani oleh lingkaran terjauh pada waktu yang sama.”
          Begitu banyak penemuan-penemuan ilmiah terbaru di abad modern ini ternyata sudah ditegaskan oleh Al-Quran sejak belasan abad lampau. Contoh-contoh lainnya adalah tentang garis dan waktu edar matahari, bulan, bumi dan planet-planet lainnya, susunan kimia manusia dan batu, gravitasi bumi, siklus hujan, sampai rahasia warna hijau pada daun-daunan.
Agama tidak mengekang ilmu pengetahuan. Agama hanyalah mengatur agar ilmu pengetahuan tidak melewati batas-batas norma dan etika yang adanya. Di dalam agama, untuk hal-hal yang sifatnya bukan ibadah umum terdapat kaidah ”segala hal itu diperbolehkan kecuali yang dilarang.” Dengan demikian ilmu pengetahuan dapat terus berkembang dan bermanfaat bagi umat manusia.

Menurut saya, antara agama dengan ilmu pengetahuan harusnya tidak terdapat perbedaan atau bahkan pertentangan. Karena antara ilmu agama dengan ilmu pengetahuan masing-masing dapat saling melengkapi satu sama lain. Apabila ada satu saja bagian yang hilang, maka tidak akan pernah ditemukannya jawaban-jawaban atas apa yang tidak dapat dijelaskan dengan logika maupun agama. Contohnya, apabila tidak terdapat ilmu agama bagaimana kita mampu menjawab dengan mantap pertanyaan “mana yang lebih dulu diciptakan? Telur ataukah ayam?”. Apabila kita menjawab sesuai dengan ilmu pengetahuan, maka kita akan menjawab “ayam”. Tetapi mampukah kita menjelaskan dari mana asal mula ayam apabila tanpa ilmu agama yang menyatakan bahwa Tuhan menciptakan makhluk-makhluk tersebut terlebih dahulu? Atau misalnya, dalam agama (islam) terdapat pernyataan bahwa apabila kiamat datang maka matahari akan terbit dari arah barat. Tetapi, mampukah anda menjelaskan secara masuk akal (sesuai dengan ilmu pengetahuan) bagaimana hal tersebut dapat terjadi? Dan para ilmuwan-ilmuwan telah melakukan penelitian bahwa perputaran bumi semakin lama akan semakin cepat sejalan dengan berjalannya waktu. Dan akan semakin cepat lagi pada masa-masa yang akan datang dan matahari yang terbit dari barat mungkin dapat terjadi. Maka dari itulah, dalam hidup ini kita tidak dapat memisahkan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan. Karena keduanya saling memerlukan dan terkait antar satu sama lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar